22 September 2021

Kembali Mendaki Setelah 19 Tahun Vakum


 

Setelah 19 tahun tak melakukan pendakian kini kembali lagi mendaki. Pendakian dimasa Pandemi tanggal 31 Mei - 02 Juni 2021 bersama Team TAPAL (Tenaga Administrasi Pecinta Alam) Cengkareng. Banyak kisah yang tak terlupakan dalam pendakian ini. Team beranggota 12 orang selama pendakian terpisah menjadi 2 rombongan. Dan di Pos Kandang Batu kami nge-camp dilanjut besok paginya "Summit Attack" 6 orang juga, yg lain tidak lanjut puncak. Puisi ditulis oleh Neli https://www.instagram.com/nila.31/ Videography & Video editing by https://www.instagram.com/ibnuthabrani/

25 July 2015

GERAKAN SHOLAT SHUBUH BERJAMA'AH DI TURKI

Ini video tentang pertama kalinya setelah 79 tahun, warga Turki melaksanakan sholat shubuh berjama'ah di masjid Hagia Sophia, Istanbul tanggal 31 Mei 2014

24 September 2014

KEMBALI MENULIS

Assalamu'alaikum blogger...

Sudah setahun lebih saya gak menulis lagi di blog tercinta ini. Maklum disamping kesibukan saya sekarang juga semangat menulis yang sedang turun setahun terakhir sejak saya sudah pulang merantau ke negeri Arab tepatnya Qatar.

Ya, kini saya sudah kembali bekerja di Indonesia. Sejak kepulangan saya tgl. 6 Agustus 2013 dari Qatar saya kembali merasakan indahnya negeri Indonesia. Kembali merasakan kuliner nusantara. Setahun lebih gak merasakan lezatnya pepes tahu,pepes ikan, nasi uduk, mie aceh buatan Istri tercinta...dan merasakan suasana kemacetan Ibukota yang membuat kita bisa kangen kalo sudah lama tak merasakannya. Hehe...

Banyak sekali cerita yang mau saya tulis disini. Untuk berbagi pengalaman dengan kalian. Tapi mau mulai dari mana yah? Oke.. nanti akan saya sambung lagi !

Wassalam.

15 July 2013

RAMADHANKU RAMADHANMU

"Sudah dua ramadhan kampungku sepi
saudara dan teman pergi entah kemana
banyak pula yang mati oleh tentara Assad"
(suara warga Suriah)

"aku sudah 65 ramadhan
menjalani shaum dipengungsian Gaza
dibawah ancaman senjata Zionis Israel"
(suara warga Gaza, Palestina)

"alhamdulillah aku masih bisa sahur dan tarawih
di jalanan dan lapangan Rabea el Adawea dan Ramsis Square
menuntut revolusi kami yang dirampok oleh militer"
(suara warga Cairo, Mesir)

dan..
bagaimana ramadhanmu kawan?
hanya karena harga cabai, daging dan ayam naik
kalian berkeluh kesah?

Kalian tidak dalam ancaman nyawa menjalani ramadhan
sementara mereka mempertaruhkan nyawa
dalam mengisi hari-hari ramadhan

Doha, 150713 - 00.10 dinihari

10 July 2013

JOURNEY MY UMROH #2 (VIDEO Part 2/3)


JOURNEY MY UMROH #2 (VIDEO Part 1/3)





Although I'm a mountaineer,
a place that really wants me to go was not Mount Everest
or any other mountain peaks

Although I'm a backpacker,
my destinations who wanted go vacation not  beautiful European country
or other countries
But I want to go to the MASJIDIL HARAM
Your house ya Allah..

(from the poem "Although I" by Ahmad Ibn Thabrani)

19 May 2013

CARA MENDATANGKAN KELUARGA (ISTRI & ANAK) KE QATAR 2013 (HOW TO VISIT OUR FAMILY TO QATAR 2013)

Ini adalah pengalaman teman saya yang mendatangkan keluarganya ke Qatar pada bulan Mei 2013 ini. Sebagai sharing untuk teman-teman di Qatar yang berencana mendatangkan keluarga. Semoga tulisan ini bermanfaat !



Corniche - Qatar (dok. pribadi)
Visa keluarga ada 2 jenis :
1. Visa Visit Family, yaitu visa kunjungan keluarga yang berlaku selama 6 bulan dan dapat di perpanjang setiap bulannya. Syaratnya gaji minimal 5000 QR.
2. Visa Visit Family Resident, yaitu visa keluarga untuk tinggal di Qatar yang berlaku selama setahun dan dapat di perpanjang setiap tahunnya. Syaratnya gaji minimal 10.000 QR

Sebelum kita mengurus Pengajuan Visa Visit Family ke Kantor Imigrasi Qatar, kita harus pergi ke Majelis Qodho' ( Pengadilan Agama-nya Qatar) dahulu untuk mengurus Legalisasi Surat Nikah kita yang di tanah air.

Syarat-syarat yang harus dipersiapkan untuk ke Majelis Qodho :

1. Menerjemahkan Surat Nikah ke bahasa Arab di penerjemah terpecaya yang ditunjuk oleh Majelis     Qodho ( Banyak terdapat di dekat Sofitel - Doha) dan juga menerjemahkan Akte Kelahiran Anak yang akan di bawa. Biaya 40 QR perlembar.

2. Datang ke Majelis Qodho (selanjutnya disingkat MQ) dengan membawa syarat-syarat :
   - ID Qatar asli & fotocopy
   - Pasport istri
   - Surat terjemahan Surat Nikah dalam bahasa Arab (yang tadi kita sebutkan)
   - Mengisi formulir yang sudah disediakan ( dalam bahasa Arab & dengan tinta hitam)
   - Membawa 2 orang saksi dengan menyertakan ID Qatar asli ( saksi harus hafal nama istri kita)

3. Untuk pagi hari MQ buka setiap hari selain hari Jum'at & Sabtu. Dan untuk siang hari setiap hari Ahad, Selasa & Kamis jam 2 siang. Harap datang 1 jam atau 30 menit sebelum buka, karena banyak yang antri.

4. Surat akan selesai dalam 1 hari. Setelah Surat Legalitas Surat Nikah selesai harap di periksa kembali nama istri & saksi, apabila terjadi kesalahan akan bermasalah di kantor imigrasi..

***

20 April 2013

Journey My Umroh #4

Setelah menyelesaikan sa'i beriringan azan asar berkumandang. Berarti pelaksanaan umroh ini sekitar 2-3 jam saja dari pukul 1 siang hingga jam 4 sore. Sayapun mencari tempat sholat disebelah barat dari Ka'bah agar terhindar dari terik matahari di pelataran Ka'bah.

Disinilah kita bisa merasakan sholat dari berbagai arah mata angin. Kalau selama di Indonesia kita sholat menghadap ke Barat, karena Ka'bah berada di barat dari Indonesia. Maka selama disini kita bisa sholat dari arah timur, utara,selatan atau tenggara Ka'bah. Yang penting menghadap Ka'bah.

Saat melakukan sa'i, ketika putaran ke-3 tepatnya di bukit Marwah, saya terpisah dari teman. Akhirnya 4 putaran terakhir saya lakukan sa'i sendiri. Saya tidak terlalu khawatir terpisah karena saya tau lokasi hotel tempat saya inap. Juga bisalah bahasa Arab walaupun sedikit..^_^

Zamzam tower difoto dari depan
King Abdul Aziz Gate
Selepas sholat Asar saya tunggu disebuah bangunan kecil tempat parkir mimbar sholat Jum'at disebelah Barat Daya Ka'bah. Disana telah menunggu beberapa teman serombongan. Kita memang sepakat sehabis asar kumpul ditempat ini. Lalu kitapun pergi ke tempat pangkas rambut untuk tahallul yang berada di lantai dasar Zamzam Tower. Tepat berhadapan dengan pintu utama King Abdul Aziz Gate.

Hampir semua tukang pangkas rambut disini bisa bahasa Indonesia. Bukan hanya salon tapi juga pedangan lainnya. Bahkan saya berpikir tanpa bisa bahasa Arabpun kita bisa hidup di Mekah, karena banyak orang Mekah yang bisa berbahasa Indonesia terutama pedagangnya.

***

Kembali ke hotel untuk istirahat. Terus terang saat pertengahan thawaf dan pertengahan sa'i tadi kepala ini terasa berat. Mungkin karena badan lelah lalu dipaksa untuk melakukan aktivitas lagi.

17 April 2013

Journey My Umroh #3 (Tata Cara Umroh)

Selepas sholat dzuhur berjamaah, kita sepakat langsung melaksanakan ibadah umroh. Menurut saya lebih baik kita istirahat dulu di hotel beberapa jam untuk menghilangkan lelah selama perjalanan. Karena ibadah umroh adalah ibadah yang membutuhkan fisik yang baik. Tapi berhubung semua pada semangat untuk segera melaksanakan umroh, akhirnya saya ikut juga.

Suasana thawaf antara dzuhur dan asar, difoto dari lantai paling atas.

Orang yang melakukan tawaf sehabis dzuhur menurut saya yang paling sedikit dibanding waktu yang lain. Mungkin disamping terik matahari juga karena waktu tersebut adalah waktu istirahat dan makan siang. Hanya setengah pelataran Ka'bah yang di penuhi orang yang thawaf.

Dimulai dari hajar aswad, kita disunnahkan mencium hajar aswad dengan mengucapkan "Bismillahi Allohu Akbar" . Jika tidak memungkinkan cukup memberikan isyarat dengan mengangkat tangan kanan ke arah hajar aswad lalu mengucapkan "Bismillahi Allohu Akbar". Karena saat itu sangat banyak orang yang berebut ingin mencium batu tersebut, maka saya hanya memberikan isyarat saja.

16 April 2013

Journey My Umroh #2



Rabu, 27 Maret 2013


Setelah saya mandi dan mengenakan pakaian ihram di Miqot Qarn Manazil sayapun pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat sunnah tahiyatul masjid. Sebenarnya tidak ada sholat khusus setelah mengenakan pakaian ihrom. Lalu saya lafadz kan "LabbaikALLOHumma umrotan" dan bispun mulai bergerak menuju Mekkah. Dan kalimat talbiyahpun membahana didalam bis.


"Labbaikkallah humma Labbaik,

Labbaikalla syarikalaka labbaik

Innalhamdah wanni'mata Lakawalmuka

Laa syariikalaka"


Sepanjang perjalanan mulai dari miqot hingga pintu Masjidil Haram kita di sunnahkan membaca talbiyah ini. Jarak antara Miqot Qarn Manazil dengan Mekkah sekitar 75 km. Ditempuh sekitar sejam perjalanan darat. Sebelum memasuki kota Mekkah saya melihat beberapa perkkebunan di bawah pegunungan batu yang tandus. Subhanalloh...

13 April 2013

JOURNEY MY UMROH (Video)




Sebuah perjalanan spiritual yang penuh makna. Memahami perjuangan para Nabi dalam menegakkan Kalimat Tauhid "Laa ilaa haillaLLOH". Sungguh diri sangat kecil dihadapan-Mu ya ALLOH

Aku rindu ingin kembali lagi ke BaituLLOH

31 March 2013

Journey My Umroh #1

Alhamdulillah, niatku untuk pergi umroh dikabulkan oleh Alloh SWT. Sekitar awal bulan Maret 2013 saya mendapat informasi hamlah (agen travel umroh) "Al-Quds" ada paket umroh 4 hari untuk tanggal 26-30 Maret 2013. Sayapun mendaftarkan diri bersama teman, Toyyib Pranoto namanya. Persyaratannya hanya pas foto ukuran 4 x 6 cm dengan background putih 1 lembar, fotocopy passport 1 lembar, pasport asli dan bayar biaya 600 QR (sekitar Rp 1,6 juta).

Sekitar satu hari sebelum berangkat alhamdulillah ada pemberitahuan dari hamlah bahwa visa umroh sudah keluar dan sebelumnya saya juga sudah mengurus surat izin keluar (exit permit) dari tempat kita bekerja. Tanpa surat exit permit maka kita tidak akan bisa keluar negri, tertahan di imigrasi.

1 February 2013

MANCING DI PUNCAK MUSIM DINGIN

Satu pemancing, 3 joran..gaya pemancing dari thailand.
Menurut banyak teman musim dingin kali ini tidak sedingin setahun atau 2 tahun yang lalu. Berarti kalo memang benar Qatar sudah mulai meninggalkan musim dingin, maka puncak musim dingin terjadi mulai hari Selasa, 8 Januari hingga 20 Januari lalu. Saat itu suhu mulai turun hingga 10 derajat Celcius pada malam hari dan 16 derajat Celcius pada siang hari. Dinginnya seperti berada di puncak gunung kalo malam atau berada di Puncak Pass kalo siang hari.

Saat ini suhu udara seperti akhir bulan Desember 2012 lalu yaitu siang hari 25 derajat dan malam hari 19 derajat Celcius.Orang-orang yang memakai jaket dan sweater tebal mulai berkurang. Jarang kita temui orang bersyal dileher,tak seperti awal Januari.

Dan disaat puncak musim dingin inilah akhirnya kondisi badan saya tumbang (masuk angin). Berawal dari ajakan mancing dari Pak Badrudin. Waktu itu hari Kamis tgl 10 Januari, sekitar pukul 8 malam sehabis pulang kerja, saya langsung ikut ajakan Pak Badrudin menuju Dafna rumahnya. Rencananya pukul 12 malam kita langsung berangkat ke Pantai Corniche, tempat favorit kita untuk mancing. Tapi berhubung angin di luar sangat besar, kami tunda berangkatnya. Kamipun tidur sebentar. Pukul 3 pagi barulah kami (saya,Pak Badrudin dan Pak Sulaiman) berangkat ke corniche.

31 January 2013

TIPS MEMBAWA BARANG DARI LUAR NEGERI AGAR TIDAK TERKENA BEA MASUK


Nhaa ini dia satu lagi info yang berguna buat semua orang, terutama ketika habis bepergian dari luar negeri membawa banyak barang oleh-oleh.
Ini bukan tips untuk nakal atau melanggar undang-undang pabean, tapi ini justru sisi kemanusiaan yang ada dalam uu pabean tersebut.
OK langsung ajah. Tentunya suatu saat atau kemarin anda akan ke luar negeri, dan ketika pulang biasanya bawa olah-oleh ini dan itu yang jika melebihi USD 250 akan dikenai bea masuk.
Sebelumnya tolong perhatikan prinsip-prinsip berikut. Yang pertama adalah filosofi UU Pabean adalah mengutamakan penerimaan negara dari pada menghukum. Kedua adalah jika sengaja menyembunyikan barang dari luar negeri bisa terancam hukuman denda bahkan pidana. Ketiga adalah barang bawaan penumpang untuk keperluan sehari-hari tidak akan dikenai bea masuk.
Aku akan berbagi tips dalam bentuk cerita aja ya biar lebih mudah di mengerti.
Kasus pertama :
Ada seorang ibu pejabat ikut misuanya ke luar negeri. Di sana ia beli oleh-oleh berupa tas mahal. Saking senengnya ia bawa tas itu masih dalam keadaan original packing dari tokonya. Pas sampai di indonesia pihak bea cukai menahan tas tersebut sampai dibayar bea masuk, ppn, ppnbm. Total hampir sama dengan harga asli tas tersebut. Ibu itu marah-marah dan nganggep bea cukai kejam.

29 January 2013

Cara membuat Kartu Sehat di Qatar

Di Qatar apabila tidak punya Healt Card tidak bisa berobat di Rumah Sakit. Dia hanya bisa berobat didokter klinik dengan biaya cukup tinggi. Jadi punya healt card menjadi suatu keharusan. Sayapun setelah tinggal 10 bulan baru mengurusnya sekarang.

Persyaratannya hanya sebuah pas foto ukuran 3 x 4 cm atau 4 x 6 cm dan fotocopy ID Card atau passport. Datanglah ke Rumah Sakit Rumailah.

Dengan prosedur :
1. Datang ke loket 14 tempat pendataan bagi yang pertama buat healt card. Siapkan persyaratan diatas.
2. Lalu antrilah ke loket 30 di belakang parkiran. Disini  menyerahkan persyaratan diatas yang sudah dikasih nomer kode dari loket 14 dan uang 100 QR, diloket ini kartu langsung jadi. (bisa ditunggu)

Kalo kartu sudah jadi, tinggal gunakan untuk berobat ke dokter pakai healtcard !

Catatan : biaya berobat di Qatar kita hanya cukup membayar obat yang harganya pun sudah mendapat subsidi dari pemerintah. Jadi sekitar 10 QR sampai 15 QR, tergantung penyakitnya.

Semoga bermanfaat !

31 December 2012

CATATAN HARIAN SEORANG RELAWAN (Bag.03)

Setelah menempuh perjalanan selama 9 jam, akhirnya sampai juga kami di tujuan. Masjid Agung Bireuen adalah tempat kami beraktivitas.Masjid kebanggaan warga Bireuen. Di masjid ini pula menjadi saksi pelaksanaan hukuman cambuk pertama yang di publikasikan secara luas pada 24 Juni 2005.

Orang pertama yang kami temui adalah Ustadz Aan Alamsyah. Beliaulah mudir yayasan Al-Marhamah Aceh. Di masjid ini saya berkenalan dengan relawan lain yang lebih dahulu sampai, seperti Mabsus, Rahmat Ahmadi, Zulkarnaen, Nasrulloh, Abu Ahmad, dll. Juga relawan lokal asli Bireuen yang juga aktivis masjid ini seperti Ustadz Azhari, Cik Ihsan, Zulfan, Junaedi, dll. Dan kami di perkenalkan dengan pengurus masjid ini yaitu Ustadz Saiful yang biasa dipanggil Cik Pul.

Malam pertama di Tanah Rencong kami lewati dengan berbincang-bincang dengan para relawan. Akhirnya kamipun tertidur lelap di ruang perpustakaan masjid. Melepas kelelahan kami setelah menempuh perjalanan Medan - Bireuen.

Kamis, 27 Januari 2005

Lantunan ayat suci yang indah membangunkan saya. Murottal yang distel dari kaset oleh Zulfan membahana disampai radius 2 km. Menyiratkan bahwa waktu sholat Subuh sedikit lagi, bersiaplah !! Setengah jam kemudian barulah suara merdu Zulfan menyatu dengan azan yang dikumandangkan.

27 December 2012

CATATAN HARIAN SEORANG RELAWAN (Bag.02)

Medan, 25 Januari 2005

Bandara Polonia (google.com)
Setelah terbang selama 2 jam 15 menit, roda-roda pesawat Jatayu Air menginjak landasan Bandara Polonia - Medan. Diantara kami berempat, Irfan ditunjuk menjadi amir safar selama perjalanan oleh Ustadz Sarbini. Dalam setiap perjalanan yang lebih dari satu orang, disunnahkan untuk mengangkat satu orang amir safar, inilah sunnah yang diajarkan oleh Rosululloh saw.

Tak ada seorangpun yang menjemput kami di Bandara Polonia, Medan. Dari Bandara Polonia kutelpon sahabatku, Azwar --yang kini tinggal di Lhokseumawe,setelah keluarganya terkena gempa & tsunami--. Dari Azwar kudapati informasi untuk menuju Pool Bis Gajah Mada kami bisa naik angkot dari Polonia,dengan berjalan kaki sejauh 300 meter. Sehingga kita bisa lebih hemat dibanding naik Taksi yang biayanya bisa mencapai Rp 30 ribuan.

Kami susuri jalan didepan bandara. Di pertigaan jalan kami naik angkot jurusan Taman Gajah Mada. Dan setengah jam kemudian kamipun sampai di pool bis Taman Gajah Mada. Saat itu jam menunjukan pukul satu siang. Kamipun langsung memesan tiket. Tapi sayang, bis yang menuju Bireuen semuanya penuh,hanya tersisa 2 bangku kosong. Sementara kami ada 4 orang. Akhirnya kami sepakat untuk menunda pemberangkatan untuk keesokan harinya. Tiketpun sudah kami pesan untuk pemberangkatan esok, pukul 9 pagi hari Rabu,26 Januari 2005.

Kini kami mencari tempat menginap. Kuberi saran untuk mencari masjid terdekat untuk menumpang inap. Dan alhamdulillah tidak jauh dari sana ada sebuah masjid besar yang mengijinkan kami untuk bermalam. Aku lupa nama masjidnya. Yang pasti para pengurus masjidnya sangat terbuka kepada kami yang sedang dalam perjalanan menuju Aceh sebagai relawan kemanusiaan. Hingga pada pagi harinya, setelah ba'da Subuh kami berempat diundang oleh pengurus masjid untuk menghadiri syukuran pernikahan emas (ke-50 tahun) salah seorang pengurus masjid.

26 December 2012

CATATAN HARIAN SEORANG RELAWAN (Bag.01)


Ya,aku ingat sekali saat itu Minggu pagi 26 Desember 2004 bersama teman sedang berkumpul di Roemah Poestaka. Sebuah Taman Bacaan Anak yang dikelola oleh teman kakak beradik Maskur & Qodhiel di bilangan Cengkareng. Minggu itu adalah jadwal latihan Tari Saman. Yang mengajar adalah Azwar, seorang lulusan psikologi dari Malang yang asli Aceh.

Malamnya (malam Senin) kami berempat menginap di Roemah Poestaka. Setelah habis Maghrib Azwar di telpon oleh saudaranya, bahwa terjadi gempa besar di tanah kelahirannya. Kami mengira itu hanya bencana gempa biasa yang sering terjadi di Aceh. Ternyata saat Senin pagi aku baru mendengar berita di MetroTV bahwa bencana ini sungguh luar biasa. Bahkan Senin pagi itu belum ada liputan video yang dapat menggambarkan kondisi terkini di Banda Aceh.

Ya. Gempa dengan kekuatan 8.9 skala Richter, sebagai salah satu gempa terbesar didunia dalam 100 tahun terakhir. Terjadi disini, di Nanggroe Aceh Darussalam.

Inilah kisah perjalanan hidupku yang penuh dengan petualangan, pengalaman dan nilai-nilai pembelajaran di mulai.

***

Beberapa hari kemudian aku ditawari menjadi relawan dari Yayasan Al-Shofa Jakarta untuk di berangkatkan ke Aceh. Tapi hingga 3 minggu pasca tsunami kabar pemberangkatan itu belum juga datang. Sementara saat itu saya masih bekerja di desain grafis (setting komputer) di Pejaten. Dan juga mengelola TPA Al-Tashfiyah, sebuah TPA yang kami dirikan bersama teman untuk mengajarkan Al-Qur'an di bilangan Cengkareng Timur, yang memang terkenal basis kristenisasinya.

Akhirnya aku mendapat tawaran dari teman yang bekerja disebuah yayasan Islam di Bogor untuk menjadi relawan di Aceh juga. Setelah kabar dari Al-Sofwah belum juga datang, kuputuskan untuk menerima tawaran dari temanku ini. Dan akupun bersama teman bernama Irfan pergi ke Bogor untuk berkumpul dengan calon relawan lainnya yang akan diberangkatkan oleh Yayasan Al-Marhamah.

Bogor,22-25 Januari 2005

View depan pesantren (sumber: beegeer.blogspot.com)
Selama 3 malam aku menginap di sebuah pondok pesantren yang asri. Dikelilingi hijaunya sawah, gemericik air kali dan birunya Gunung Salak. Ya, sebuah penantian yang penuh cerita. Dan akhirnya selasa pagi pukul 10 kami berempat (Irfan,Soleh,Rahmatulloh dan saya) berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Medan.

Masih kuat diingatan saya saat Ustadz Sarbini melepas kami didepan kantor pesantren dan saat breafing malam hari dari Ustadz Dudung yang memberikan kami motivasi untuk berbuat yang terbaik untuk menolong saudara kami yang terkena bencana Gempa & Tsunami Aceh.

Pukul 10 pagi pesawat Jatayu menerbangkan kami menuju Polonia Medan. Inilah pengalaman pertamaku naik pesawat. Dan inilah perjalanan terjauhku setelah Pendakian Gunung Semeru di Malang- Jawa Timur. Ya, sebuah perjalanan menuju ujung barat negaraku. Sebuah negeri yang sering dilanda konflik dan kini negeri tersebut di terpa musibah terbesar sepanjang sejarah ummat manusia. Negeri itu, Aceh namanya.

bersambung ke bagian 2


Penulis bersama santri dari Pulo Aceh, berpose didepan Masjid  Baiturrahim Ulee Lheue


16 December 2012

3 Gerimis

Rasa yang membuncah merindui akan garis hujan
Di alam sahara teluk parsi, semenanjung arabia
Kurendam dalam tiga gerimis tahun ini

***

Ya, setelah berlalunya musim panas di Qatar yang dimulai dengan mulai turunnya temperatur udara yang biasa diatas 40 derajat sejak pertengahan November lalu, kini suhu merambat turun hingga hari ini 21 derajat di tengah hari. Padahal biasanya bisa 43 hingga 50 derajat saat bulan Mei hingga September.

Sejak pagi gerimis membasahi jalanan kota Doha.
Biasa, karyawanpun banyak yang belum datang. Ah, kirain hanya di tanah air aja, ternyata disini juga sama.

Ternyata hingga tengah malam gerimis tak juga berhenti.
Disebagian jalanan kota Doha tergenang air. Karena saluran dehidrasi kurang baikkah?
Entahlah... karena saya belum pernah melihat saluran got disini. Semua saluran ada dibawah tanah. Tertutup.

Malam harinya teman-teman mengajak makan soto di Resto Jakarta. Kebetulan teman orang Arab (Mesir) juga mau mencoba masakan Indonesia. Akhirnya kita berempat berangkat. Menuju Resto Jakarta yang berada di Ramada. Menembus malam yang dingin dan gerimis.

Doha, 16 Desember 2012