18 Juli 2012

HIDUP DI QATAR

Pertama mendengar nama Qatar pasti ingatan kita langsung terbang ke team sepakbola-nya yang pernah mengalahkan timnas kita beberapa waktu lalu. Dan sirkuit Losail tempat yang sering jadi tuan rumah MotoGP. Tapi kalo  di tanya dimana posisinya? pasti banyak yang kurang tahu di mana yach? sebelah mana dari Arab Saudi yah?

Yuph, saat mulai ada info lowongan kerja di Qatar, akupun langsung membuka peta. Maklum negara yang paling familiar di Timteng itu yah Arab Saudi, Palestina, Iran,Irak dan Mesir. Selebihnya kurang populer..hehe.

Qatar berada diwilayah Semenanjung Teluk Parsia,tepatnya sebelah Timur dari ArabSaudi. Sebuah daratan yang berbentuk tanjung (menjorok ke laut) di Teluk Parsia. Negara ini mempunyai luas hanya 11.000 km2 ( mungkin 1/3 propinsi Jawa Barat sekarang). Daratan terdiri dari 100% gurun pasir dengan hasil kekayaan alam yang sangat berlimpah dari Gas alam dan Minyak bumi. Kandungan gas & minyak nya termasuk yang terbesar didunia, mampu mengeksport 77 juta ton gas alam pertahun.

Negara Qatar memang Negara Sangat Kaya. Menurut majalah Forbes bulan Maret 2012, Qatar  adalah negara dengan pendapatan perkapita tertinggi di dunia yaitu USD 88.222 atau setara Rp 805 juta pertahun.
Jumlah penduduknya pun hanya 1,8 juta jiwa yang mana warga asli Qatar yg disebut "Qatari" hanya 30% saja selebihnya pendatang yang kebanyakan dari India, Sri Lanka, Nepal, Filipina, dan beberapa negara Timur Tengah seperti Mesir, Yaman, Somalia juga dari Indonesia tentunya termasuk saya ini...hehe

masak di dapur mess. Yummy !!
Berhubung menjadi negara kaya maka taraf hidup disinipun sangat tinggi. Sebagai contoh harga sewa flat (1 kamar) berkisar antara 3000 sampai 4000 QR (Qatar Real) atau setara dengan Rp 7,5 juta hingga 10 juta. Tapi satu kamar ini bisa disharing 4 hingga 6 orang. Belum lagi makan yang paling murah itu 10 QR/ Rp 25 ribu di Resto India, dengan menu Nasi+Ayam goreng  atau Nasi+Daging. Kalo dibandingkan dengan tanah air harga-harga disini lebih mahal 3-4 kali lipat. Kalo mau murah yah masak sendiri... Saya aja yang tadinya gak hobby masak jadi jago masak..^_^


Yang murah disini adalah Mobil dan Bensin. Kalo melihat lalu lintas di Qatar maka mobil yang paling banyak lewat itu yah LAND CRUISER. Mobil mewah lainnya seperti Hummer, Porsche dan Ferrari sudah gak asing lagi. Disini mobil murah karena gak kena pajak, sudah itu  bensinpun sangat murah. Bayangkan Premium Super bertaraf Pertamax hanya 1 QR / Rp 2.500 perliter...dan Premium biasa hanya Rp 1.800/ltr. Dan asyiknya kemana2 kita bawa mobil ga akan ada kena biaya parkir..alias gratis, kecuali di Doha Airport dan satu lagi Souq Najada (sekarang sudah di pugar/bongkar kalo gak salah)
***
Gadget 
Sebagai pengamat gadget ( ciee ..pengamat nich..) harga gadget disini  lebih murah di bandingkan Indonesia. Sebagai contoh harga Samsung Galaxy Note disini dibandrol 2000 QR / Rp 5 juta pas, kalo di Indonesia masih 6 jutaan kan?? Trus Laptop Acer Aspire 5749 dengan spesifikasi Intel Core i3, RAM 4 GB, HDD 320 GB Monitor 15.6" harganya 1700 QR = Rp 4.250.000 ...murah kan?  hehe

motorku apa kabarmu?
Sepeda Motor?
Di Qatar tuh sangat langka.Seharian muter2 kota Doha hanya sekali melihat motor.Itu pun motor delivery KFC ...gak seperti Jakarta yg kebanjiran motor. Kalo disini kebanjiran mobil. Tapi luas jalannya masih sebanding dengan jumlah kendarann. Jadi masih jarang macet. Wah jadi inget motor ane nich. Gimana yah kabarnya Honda Blade-ku ? Sudah belom lunas lagi...hehe..

CUACA
Wah ini nih yang paling seru. Baru kali ini saya tinggal di negara teramat panas. Kalo siang suhunya sampai 50 derajat Celcius. Kalo malam masih kisaran 35-38 derajat Celcius. Jadi jemur selimut tebal malam hari aja kering..apalagi jemur baju ...Suhu malam di Qatar masih lebih panas dibanding siang di Jakarta. Bukan hanya udara yang panas airpun ikutan panas euy ! Gak seperti di tanah air kalo kepanasan langsung aja mandi.. tapi kalo disini mau wudhu aja air kran jadi hangat. Dan kalo masuk musim dingin yang biasanya setiap bulan Oktober akhir suhu bisa mencapai 13 sampai15 derajat. (Belom ngerasain sich..nanti saya ceritain bila sudah waktunya. ciee..)

Bus Karwa - Qatar 
TRANSPORTASI UMUM
Selama saya tinggal di Qatar 4 bulan belum pernah naik bus umum. Maklum numpang terus sama teman yang dapat mobil inventaris. Nama bus umumnya "Karwa". Kalo mau naik harus beli kartu Smart Card seharga 30 QR / Rp 75.000. Dengan saldo 20 QR/ Rp 50.000. Setiap kita naik bus "Karwa" saldo akan berkurang 2 QR/Rp 5.000. Tapi sayangnya jumlah busnya sangat sedikit. Jadi kalo mau nunggu bus ini bisa 30 menit hingga 1 jam di halte pinggir jalan yg panas. Kebayangkan... disekelilingnya  gurun? Yang pakaipun hanya para pekerja. Mana ada orang "Qatari" naik bus? Lha dirumahnya aja berjejer 3 mobil ? Terminalnya pun cuma satu yaitu di kota Doha. Penampilan bus Karwa ini mengingatkan saya pada Bus TransJakarta.. yah beda tipis lah..

MASJID
Semua ruangan indoor dari toko,salon,warung makan hingga masjid pasti ada AC. Gak kebayang deh kalo gak ada AC. Khusus untuk masjid disini sangat rapi dan terawat. Setiap masjid rata2 mempunyai 2 hingga 3 Cleaning Service yg umumnya orang India atau Bangladesh (Banggali), 1 orang Muadzin yang umumnya orang Indonesia, Mesir, Yaman dan 1 imam tetap yang biasanya orang Yaman, Mesir atau negara Timur Tengah lainnya.

Semua masjid terdata di Kementrian Waqaf berupa nomer masjid. Jadi jika kita mau ke suatu masjid tinggal cari aja nomernya. Searching di Google Map. Selesai. Biasanya masjid disini Iqomat 30 menit setelah adzan, kecuali sholat Maghrib.

  
suasana sehabis sholat jum'at di Masjid Dauly Qatar
Masjid terbesar di Qatar adalah Masjid Daulah seperti yang pernah saya posting tentang ini disini,

Ramadhan tahun ini adalah ramadhan pertama Masjid Dauly mengadakan Sholat Tarawih, maklum masjid ini baru diresmikan pada 16 Desember tahun 2011 lalu. Masjid ini bisa menampung jamaah sebanyak 30.000 orang dengan luas sekitar 175.164 m2.

BAHASA
95% Bahasa Arab dan 5% bahasa Inggris. Bahasa Arab yang dipakai sehari-hari adalah Arab Amiyah. Sedangkan Bahasa Arab Pusha dipakai saat khutbah, ceramah dan acara resmi. Sedangkan Bahasa Inggris banyak dipakai di lingkungan sektor formal seperti perhotelan, perminyakan, perbankan, dll.

TATA KOTA
Berhubung Qatar adalah negara kecil maka dalam mengatur warga negaranya menggunakan sistem Sentralisasi dan Komputerisasi. Semua yang berhubungan dengan pembayaran administrasi ke negara harus menggunakan ATM. Hingga masalah urusan tilang pelanggaran lalu-lintas. Jadi gak ada celah untuk korupsi.Boleh nih diterapkan di tanah air. Bisa gak yah?

Semua akses ke pemerintah dilakukan via internet. Misalnya jika kita ingin membuat visa maka setelah mengantri & daftar serta membayar biaya, maka 2-4 hari kita bisa melihat visa kita di website Kementrian Urusan Visa & Passport. Tinggal di print out deh.Selesai.

Begitu juga jika kita ingin mengecek plat mobil kita dari kesalahan dalam berlalulintas dapat dicheck di internet. Maklum hampir semua ruas jalan di Qatar di pantau oleh radar. Apalagi di lampu merah, jika kita menerobos lampu merah maka secara otomatis  radar akan memfoto mobil kita, dan kita dikenakan denda sebesar 6000 QR atau sekitar Rp 15 juta.

Jangan harap kita akan menemukan tiang listrik, got dan septic tank di sini. Semuanya sudah ada jalurnya di bawah tanah. Konon di bawah tanah ada terowongan besar yang berisi jalur2 pipa pembuangan air, pipa air bersih, pipa pembuangan tinja, kabel listrik dan kabel telepon).

Selain tidak ada tukang parkir , pemulung dan pedagang Kaki Lima pun merupakan hal yang dilarang disini. Semuanya serba diawasi dan dipantau oleh negara.

Oke, segitu dulu tentang Qatar yang bisa saya ceritakan kepada teman-teman.
Semoga bermanfaat !!

Ahmad Ibnu Thabrani
Doha, 19 Juli 2012

1 komentar: